Purnawarman Putra Rajaresi Darmayawarmanguru | 395-434 Masehi

Daftar Isi [Tampil]

Purnawarman (Purnavarmman) adalah raja besar kerajaan Tarumanagara yang tertera pada beberapa prasasti pada abad V dan menjadi raja ke-3 yang memerintah tahun 317-356 Saka (395-434 Masehi) yang dapat menguasai wilayah Jawa Barat sebelum dilakukan oleh Raja-raja Kerajaan Sunda Galuh seperti Maharaja Sanjaya Harisdarma atau Sanjaya, Rakai Mataram, keturunan Galuh, Kawali yang memerintah di Bumi Mataram atau Kerajaan Medang dengan gelar (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu), Jawa Tengah. Maharaja Purnawarman mengidentifikasikan dirinya dengan Dewa Wisnu. atau Sanjaya, Rakai Mataram, keturunan Galuh, Kawali yang memerintah di Bumi Mataram atau Kerajaan Medang dengan gelar (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu), Jawa Tengah. Maharaja Purnawarman mengidentifikasikan dirinya dengan Dewa Wisnu.

Raja yang membuat kemajuan dari kerajaannya. Ia memerintah kerajaan Tarumanegara, ia adalah Purnawarman. Beliau lah yang membuat kemajuan kerajaan berbagai di berbagai aspek.

Purnawarman merupakan anak dari raja kedua, Dharmayawarman, dan cucu dari raja pertama dan sekaligus pendiri kerajaan Tarumanegara, Jayasingawarman. Purnawarman lahir pada 16 Maret 372 Masehi dan dalam bahasa Sanskerta, namanya berarti "Perisai Sempurna".

Penulis belum menemukan sejarah semasa kecil hingga remaja, kita lanjut dengan pembahasan dia sudah menjadi raja Tarumanegara. Ia bertahta pada tahun 395 M dengan usia yang masih 23 tahun. Meskipun umur terbilang masih mudah, dia adalah raja yang bijaksana menurut sumber prasasti yang ditemukan.

Yuk, kita lebih dalam membahasnya. Raja purnawarman adalah raja yang peduli dengan kesejahteraan rakyatnya, mulai dari keamanan, ekonomi, sosial dan lain lainnya. kita lihat pada mega proyek perbaikan irigasi untuk kebutuhan pertanian dan menghindari banjir, serta menghindari kekeringan pada musim kemarau. Perbaikan ini dilakukan dengan gotong royong rakyat Tarumanegara.

Raja Tarumanegara selalu peduli dengan rakyatnya. Beliau adalah raja dermawan yang menghadiahkan 1000 ekor sapi kepada kaum Brahmana dengan bukti tercatat pada peninggalan Prasasti Lebak. Politik dan keamanan kerajaan selalu menonjol ketika Raja Purnawarman memimpin kerajaan Tarumanegara.

Terdapat 48 kerajaan daerah yang dikuasai Tarumanegara dengan wilayahnya meliputi hampir seluruh Jawa Barat, mulai dari Banten, Jakarta, Bogor, sampai Cirebon.

Raja Purnawarman juga memikirkan untuk membuka hubungan diplomatik pada bangsa Cina, dengan mengirimkan utusan dari kerajaan Tarumanegara ke kerajaan di Cina. Hubungan itu adalah kerja sama perdagangan, sehingga membuat ekonomi Tarumanegara semakin jaya dan baik.

Dari segi keamanan, Raja Purnawarman berani memimpin angkatan laut untuk menbasmi para perompak. Dengan begitu, rakyat Tarumanegara selalu diamankan ketika berlayar, karena selalu dijaga jika ada perompak ingin macam-macam. Raja Purnawarman berakhir bertahta pada tahun 434 masehi, karena wafatnya pada usia 62 tahun, dan dimakamkan di tepi kali Citarum.

Pada semasa hidupnya, prasasti perjuangan dan kejayaannya terus dibuat.

Berikut daftar raja-raja Tarumanegara:

  1. Jayasingawarman (358-382 M)
  2. Dharmayawarman (382-395 M) 
  3. Purnawarman (395-434 M) 
  4. Wisnuwarman (434-455 M)
  5. Indrawarman (455-515 M) 
  6. Candrawarman (515-535 M)
  7. Suryawarman (535-561 M) 
  8. Kertawarman (561-628 M) 
  9. Sudhawarman (628-639 M) 
  10. Hariwangsawarman (639-640 M) 
  11. Nagajayawarman (640-666 M)
  12. Linggawarman (666-669 M)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ningsih, Widya Lestari. (2021, 6 Mei). Purnawarman: Silsilah, Masa Pemerintahan, dan Peninggalan. Kompas.
  2. Utami, Silmi Nurul. (2021,15 November). Sikap Kepahlawanan yang Dimiliki Raja Purnawarman. Kompas. 
  3. Prinada, Yuda. (2021, 19 September). Sejarah Tarumanegara, Purnawarman & Daftar Prasasti Peninggalannya. Tirto.
  4. (SAI). (2021, 2 September). Mengenal Raja Purnawarman, Sosok di Balik Kejayaan Kerajaan Tarumanegara. Kumparan. 
  5.  Kristina. (2021, 15 Agustus). Kerajaan Tarumanegara: Lokasi, Raja-raja, dan Peninggalan.

Post a Comment

Previous Post Next Post
close